Melewati Alam Kubur yang Panjang, Sudah Siapkah Bekalnya?

Tidak ada komentar 3643 views

melewati alam kubur yang panjang, sudah siapkah bekalnya

Siang kemarin silaturahim ke salah satu desa di kecamatan Rancah, Ciamis. Dan diperjalanan pulang bertemulah dengan salah satu lelaki separuh baya. lelaki ini sekitar berumur 70 tahunan, dia sedang beristirahat dibawah pohon mahoni besar (dipinggir jalan kampung menuju jalan raya Rancah-Cisaga). Saya menghampirinya, menyapa dan bla.bla.bla akhirnya percakapan mengalir begitu saja. Banyak hal yang diceritakan, dari mulai perjuangan hidup hingga kemudian serius membahas kematian dan alam kubur.

“Hidup di dunia ini sangat singkat. Rasanya baru kemarin saya¬†berlari-lari menggembala kerbau di pematang lahan rumput yang luas. Eeh sekarang sudah jadi tua. Rosul sudah memberikan gambaran bahwa hidup manusia hanya diantara kisaran 60 tahunan. Umurnya berapa sekarang A?”

“sekarang 33 tahun pak” jawab saya simpel

“Berarti tersisa sekitar 30 tahunan lagi jatah hidup di dunia ini. Itupun kalau sampe ke 63 tahun, lah kalau 50 tahun sudah ditetapkan ajalnya, berarti hanya tersisa 17 tahunan lagi. Bayangin begitu cepetnya hidup ini. Sudah mempersiapkan apa untuk bekal nanti?”

“Wah ga tau pak, ibadah sich ibadah, amal sholeh juga iya, tapi ga tau apakah cukup atau tidak sebagai bekal nanti di akhirat?” saya menjawab dengan bingung, seperti ada yang menghantam sanubari

“Jangan dulu mikirin bekal untuk akhirat, pikirin tuch bekal untuk di alam kubur. Kenapa? karena di alam kubur juga lama. Alam kubur berakhir kalau sudah kiamat, nah lalu kapan kiamatnya? kan tidak ada yang tau. Berarti kalau belum kiamat, yaa alam kubur terus-terusan”

“Coba lihat, sudah berapa abad orang-orang terdahulu meninggal, berarti kan mereka di alam kubur (barzah). Artinya kalau dapat siksa kubur, yaa tersiksa selama-lamanya hingga kiamat. Atau kalau dapat nikmat kubur, yaa bahagia selama-lamanya hingga datang kiamat”

“Nah kita yg belum meninggal, harus mikirin ini. Kira-kira kita akan berapa lama di alam kubur? iya kalau kita meninggal langsung kiamat, lah ini kita meninggal, kiamatnya masih ribuan tahun lagi.. bayangkan menakutkan kan hidup ribuan tahun di alam kubur”

“Satu-satunya jalan adalah terus perbanyak kuantitas ibadah. Karena kita tidak tau ajal menghampiri kita kapan. Tebar kebaikan buat banyak ummat, agar pahalanya terus-menerus ngalir ke alam kubur kita nanti. Dan jangan abaikan anak dan istrimu. Ajarkan mereka kebaikan, karena pahala merekapun akan menjadi lumbung nikmat kubur kita”

“Satu lagi, do’akan semua keluargamu yang sudah meninggal. Jangan seminggu sekali kalau malam jumat saja (saat yasinan), apalagi setahun sekali kalau lebaran saja. Karena mereka butuh do’a setiap waktu, setiap saat dalam waktu yang tidak diketahui kapan berakhirnya. Maka do’akan juga setiap saat, setiap ingat, atau minimal setiap beres sholat lima waktu dan sholat-sholat sunah lainnya”

Setelah berpamitan, sepanjang jalan kalimat demi kalimatnya terngiang terus. Bener juga nich si bapak, alam kubur itu lama banget, nunggu datangnya kiamat, duuuh gimana bekalnya sudah cukupkah atau masih minus.

Sungguh luar biasa tadabbur dari percakapan ini :

  1. Belajar untuk terus memperbaiki ibadah secara quality dan quantity karena kita tidak tau kapan ajal menjemput
  2. Beramal sebanyak-banyaknya, didik anak-anak menjadi sholeh dan transferkan ilmu yang kita miliki agar menjadi pahala yang terus mengalir. >> Terputus pahala anak adam ketika sudah meninggal kecuali do’a anak sholeh, ilmu yang bermanfaat dan sodaqoh jariyah (terus menerus mengalir)
  3. Do’akan setiap saat orang tua kita, saudara, keluarga dan kaum muslimin yang sudah meninggal. Karena mereka butuh do’a kita setiap saat dan setiap waktu.

Sahabat kangaef.com, jangan lewatkan waktu dengan perkara yang sia-sia. Setiap harinya harus jadi amal sholeh, karena hidup ini begitu cepat bergerak. Waktu semakin terasa singkat, semakin menuju batas akhir yaitu kematian.

Semoga kita semua selamat dunia, alam barzah dan akhirat. Aamiiin.

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Melewati Alam Kubur yang Panjang, Sudah Siapkah Bekalnya?"