Hidayah Itu Untuk yang Belum dan Sudah Menemukan Alloh

Tidak ada komentar 293 views

Salah satu kenalan saya pernah mengalami bangkrut usaha hingga rugi milyaran. Saya mendengarnya merinding. Bagaimana usaha yang dibangun bertahun-tahun dengan segala lika-liku perjuangan yang berat, akhirnya harus kandas menyisakan hutang. Bahkan rumah tangganya hancur berantakan.

Saat hantaman beban itulah dia menemukan Alloh. Dia menenmukan siapa dirinya dan akan kemana kelak selepas alam dunia. Dia menemukan betapa dia hanya makhluk yang lemah dan kecil.

Perlahan dia perbaiki semua tindak tanduknya. Dia benerin hubungannya dengan Alloh. Dia fahami lagi agama bukan sekedar status tapi sebagai kebutuhan. Dia pelajari lagi Al-Quran sebagai penuntun dan pelipur.

Hingga kemudian dia menyadari sepenuhnya bahwa bertahun-tahun lamanya dia membangun kerajaan bisnis dengan melupakan Maha Raja, dialah Alloh.

hidayah itu mahal

Kini perlahan tapi pasti dia mulai menapaki lagi bisnis. Dia memulai kembali dengan titik nol. Mencoba memperbaiki lagi semuanya. Perbedaannya dengan yang dulu adalah terletak di posisi Iman. Sekarang dia melibatkan Alloh, pasrah dan patuh pada aturan main Sang Khalik.

Dan, yang lebih membuat dia bahagia adalah bukan karena perlahan dia berbisnis lagi. Tapi dia menikmati betapa hatinya sekarang dipenuhi dengan keindahan, kebahagiaan, kedamaian yang tak ternilai harganya. Hidup damai dalam dekapan ridho dan kasih sayang Alloh.

Di ujung percakapan dengannya ada kalimat yang menurut saya ini hikmah yang luar biasa. Kurang lebih seperti ini kaimatnya :

“Kang, hidayah itu mahal. Suangaaaat mahal. Lihat saya. Saya harus bangkrut dulu uang milyaran baru kemudian dapat hidayah. Saya harus menyaksikan dulu rumah tangga hancur baru kemudian tersadarkan dan dapat hidayah. Bahkan diluar sana, selain saya. Banyak yang harus kehilangan dulu anggota tubuh┬ábaru kemudian dapat hidayah. Banyak yang harus kehilangan dulu anggota keluarganya baru kemudian dapat hidayah. Nikmat terbesar manusia adalah hidayah…”

Saya mendengarnya, tertunduk lemah. Betapa saya masih jauh mendapatkan nikmat-Nya… Sholat masih asal-asalan, akhlak masih semerawut dan masih banyak lagi kekufuran lainnya.

Hidayah itu bukan hanya untuk mereka yang belum menemukan Alloh, tapi juga untuk yang sudah merasa menemukan Alloh…

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Hidayah Itu Untuk yang Belum dan Sudah Menemukan Alloh"