Hidup Ini Sangat Singkat, Kematian semakin Mendekat. Sudah Berbuat Apa Untuk Bekalnya?

Siang menjelang senja. Seorang teman menelpon, sudah lama tdk bersua, hampir 14 tahun. Banyak hal yg dibahas. Tapi ada satu hal yg menarik. Dan hal ini pula yg sedang menggangguku, sangat mengganggu, dan bikin gelisah hari-hari.

Bahasan tentang hidup yg singkat. Benar rasanya baru kemarin kita remaja, sekarang sudah usia segini. Kalo saja batas umur hanya sampe 60 tahun, wah sudah setengahnya lebih. Lah kalo sampe 40 tahun, semakin mepet saja jatah menghirup oksigen.

Masalahnya bukan disana. Tapi di bekalnya, bekal menjalani fase berikutnya yg masih panjang. Coba lihat, fase alam barzah saja ga tau sampai kapan. Sampai kiamat, nah kiamatnya itu kapan? Bisa saja setelah di alam barzah kiamat masih ribuan tahun lagi. Ngeri boss panjang banget.

Belum lagi kelak menuju hisab, wih ga kebayang, asli ga kebayang panjangnya. Berarti hidup di dunia ini singkat yaa. Sangat singkat bahkan.

Masalah berikutnya adalah rahasia kematian yg sangat tersembunyi rapat. Kita ga tau besok, atau bahkan setelah bikin dan baca status ini kita meninggal. Ngeri ga? Ngeri bangettts.

Sementara hutang belum kebayar misalkan, riba lagi. Sementara hari-hari masih bergelut dg proyek bodong yg hanya mengeruk anggaran misalkan, belum sempat cuci tangan dg taubat. Sementara anak-anak belum disiapkan aqidah dan akhlaqnya misalkan, padahal kita butuh do’anya utk menerangi alam barzah. Sementara hari dan waktu masih terbuang dg kegiatan sia-sia misalkan, GA ADA MANFAAT BUAT ORANG LAIN BAHKAN UMMAT. Sementara ibadah masih ngasal, amal sholeh apalagi. Sementara kita masih terbuai dan disibukkan dg menumpuk kekayaan misalkan, melupakan agama. Sementara masih sradak-sruduk mengejar jabatan tanpa melihat halal haram misalkan.

Sementara.. Yaa sementara.. Semuanya sementara. Rumah, anak keturunan, motor, mobil, istana, jabatan, uang, tabungan, emas, asset dan kekayaan. Semuanya semu, yg abadi nilai manfaat dan madhorotnya.

hidup singkat

picture by : Yufid TV

Sudah melakukan apa buat bekal esok? Sudah ibadah apa yg bisa dibanggakan di hadapan Sang Pengadil? Sudah beramal sholeh apa yg membuat timbangan kebaikan kita berat, bahkan pahalanya ngalir terus?

Kalo disuruh bikin draft kegiatan harian, banyak mana? Antara sia-sia dan manfaat. Antara kebaikan dan keburukan. Tulis saja dan jujur saja. Setelah itu segera perbaiki, kalo tdk mau merugi.

*************************************************************************************************************

Telpon tertutup dg rasa kegelisahan berkecamuk. Di hati saya dan teman saya. Meninggalkan pertanyaan : apa yg sudah saya perbuat untuk esok hari? Masih mau harimu sia-sia? Dan masih berbangga dg apa yg kita punya di dunia..

(00.00 WIB, di alam yg hanya senda gurau belaka, hanya se-usia 1,5 jam menurut waktu akhirat…)

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Hidup Ini Sangat Singkat, Kematian semakin Mendekat. Sudah Berbuat Apa Untuk Bekalnya?"