Janji Alloh tidak perlu di Uji

Tidak ada komentar 396 views

Al-Quran adalah murni firman Alloh, menjadi media berkomunikasi dengan makhluk-Nya. Membaca Al-Quran sejatinya adalah proses dialog dengan Sang Maha Pencipta. Banyak sekali isi dalam Al-Quran yang bisa disebut itu adalah janji-Nya. Beberapa contohnya adalah :

  • QS. An-Nahl :97 “barang siapa mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ber-iman, maka sesungguhnya kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik”
  • QS. Al-‘Arof : 96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”
  • QS. Al-Hadiid : 18 “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Alloh dan RosulNya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Alloh pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak”
  • QS. Al-Baqoroh : 245 “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Alloh, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Alloh), maka Alloh akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Alloh menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepadaNya lah kamu dikembalikan”
  • Dan masih banyak lagi janji-janjinya dalam Al-Quran, baik itu janji Alloh bagi orang yang beriman, janji Alloh bagi orang yang bertaqwa, janji Alloh bagi ahli sedekah, janji Alloh bagi mujahid dan masih banyak lagi.. pokoknya super lengkap dech Al-Quran mah (silahkan taddaburi saja Al-Qurannya yaaa..)

Dan, semua janji tersebut tidak ada satupun yang Alloh ingkari. Dalam firman-Nya selalu ada kalimat : Innalloha laa yukhliful mii’aad, sesungguhnya Alloh itu tidak pernah ingkar janji.

janji Alloh tidak perlu di uji

Permasalahannya sekarang adalah kenapa banyak sekali orang yang merasa bahwa semua do’anya selama ini tidak dikabulkan oleh Alloh. Jawabannya adalah simpel, karena orang tersebut belum sepenuhnya meng-Imani janji Alloh.

Poin dari Iman  adalah keyakinan; yakin akan janji Nya, yakin akan kehebatan-Nya, yakin akan ke-Mahaan-Nya.

Saya ingin bercerita tentang pembuktian janji Alloh tersebut, bagaimana setiap kejadian yang kita alami tidak lepas dari bukti kebenaran janji-janji Nya.

Terkadang kita tidak melihat semua kejadian dengan kacamata iman, sehingga apa yang terjadi seolah bukan berasal dari manajemen pembuktian janji Alloh.

Ini adalah salah satu bukti janji-Nya yang saya alami. Sebenarnya banyak kejadian dalam kehidupan yang membuktikan kebenaran janji-Nya, hanya saja tidak mungkin saya share semua.

Sekitar tahun 2011, saya dikejar-kejar hutang puluhan juta rupiah. Hutang yang terjadi hanya karena saya salah prediksi dalam sebuah kerjasama pengadaan “sesuatu dech” (bersifat privasi), Setiap hari hidup tidak tenang dan galau; ternyata memang benar hadits Rosul yang diriwayatkan al-baihaqi ;

“berhati-hatilah kalian dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkan kehinaan di siang hari”

Hari-hari tersiksa, hampir setiap hari penagih hutang datang dan mencari saya. Dengar HP berbunyi tegang, takut itu sms atau telpon dari si penagih. Keluar rumah tidak nyaman, takut bertemu dengan si penagih. Pokoknya tersiksa dech.. padahal cuma puluhan juta, orang lain mah ratusan juta bahkan milyaran.. ich amit-amit naudzubillah kapok dah, puluhan juta saja sudah seperti kiamat..

Tidak ada yang bisa saya lakukan waktu itu untuk mencari solusi. Uang tabungan tersisa ratusan ribu (tidak sampai satu juta), mengandalkan penghasilan tiap bulan walaaaaah cuma cukup untuk menafkahi rumah tangga, bisnis dalam keadaan masa transisi mau bangkrut (waktu itu kerjasama investasi hampir di ujung tanduk), cari pinjaman dari bank tidak mungkin saya lakukan karena takut riba dan malah membuat tumpukan hutang baru, pokoknya jangan sampai punya hutang ke Bank.. titik. Al hasil mentok seperti tidak ada jalan keluar. Sementara tenggang waktu yang diberikan penagih hanya tersisa hitungan hari.

Saat itu hanya satu solusi yang masuk akal menurut saya, yaitu merapat ke Alloh dengan taubat, siapa tahu kejadian ini adalah teguran atas dosa-dosa saya. Perlahan ibadah dan amal sholeh saya mulai perbaiki, mencoba meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Khalik.

Share dengan beberapa ustadz pun saya lakukan, salah satunya adalah ustadz Nuruddin Usman yang tiada lelah terus membimbing dan memotivasi setiap hari..

(entah dimana sekarang ustadz Nuruddin, saya loss Contact. Dia seperti bagian pertolongan Alloh yang tiba-tiba hadir dan kemudian menghilang).

Bersambung… Selanjutnya klik disini 

  

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Janji Alloh tidak perlu di Uji"