Kejujuran Tidak Pernah Menghentikan Rizki Kita

3 comments 765 views

kejujuran tidak pernah menghentikan rizki kita

Beberapa minggu yang lalu, saya naik bus umum menuju Majalengka bersama istri. Kondektur bus meminta ongkos kepada kami dg menaikannya diatas standar umum biasa. Entah karena mengira kita baru naik bus tersebut mungkin, atau entah apa lah alasannya kita tidak tau. Kalau saya memang tidak tau ongkosnya karena sudah luaamaaa banget tidak naik bus umum ke Majalengka. Nah kalau istri saya tahu persis karena beberapa waktu yang lalu sempet naik bus. Kalau dinaikannya wajar mungkin tidak masalah, karena memang bisa jadi sudah naik ongkosnya. Tapi ini, walaaaah bisa 2 kali lipatnya.. Saya coba untuk mengkonfirmasi, tapi kondekturnya bersikukuh segitu ongkosnya.

Akhirnya, yaa sudahlah ikhlaskan saja. Saya dengan istri ber-khusnudzon saja, mungkin dia memang sedang kepepet butuh uang untuk keperluan anak dan istrinya. Kita kan tidak tahu.. Terus gimana kalau dia berbohong? yaa biarkan saja itu urusannya dengan Tuhan atas rizki yang dia dapat dengan cara tidak barokah, apalagi kalau dimakan anak dan istrinya.. waduuh berat tuch hisabnya.

Ternyata khusnudzhon itu solusi ketika banyak yang tidak pas dengan hati kita.

Andai, khusnudzhon dapat di aplikasikan pada apapun, pada siapapun, dimanapun, dalam keadaan apapun.. Maka sepertinya hidup ini akan ringan tanpa beban. Enjoy gitu… Beneran praktekin dech..!!

Tapi sekarang saya tidak akan membahas tentang khusnudzhon, nex time saya bahas lebih detail dech..

Poin yang saya garis bawahi dari kejadian ini adalah tentang amanah, tentang kejujuran, tentang kebohongan.

Banyak diantara kita yang dengan sadar sudah tidak jujur hanya untuk mendapatkan rizki lebih. Lihat koruptor !! mereka juga tidak jujur hanya karena ingin materi lebih. Lihat pedagang yang nakal, dia juga tidak jujur hanya untuk mendapatkan laba lebih dari umumnya. Lihat pemegang proyek yang nakal juga, mereka banyak menipu hanya untuk tendernya mengalirkan uang sebanyak-banyaknya ke kantong pribadinya.

Hampir di setiap aspek kehidupan kita dihadapkan pada harus menjaga kejujuran ataukah berbohong demi sebuah kepentingan duniawi. Padahal Sang Pemberi rizki tidak suka ketidak jujuran. Walau memang ada berbohong yang dimaklumi, itu mah hal lain yang diatur agama.

Pertanyaan saya adalah, apakah dengan jujur akan mengurangi rizki kita? atau bahkan menghilangkan rizki kita? Sehingga banyak diantara kita menjadi tidak jujur hanya karena takut mendapat materi yang sedikit dan tidak mencukupi kehidupannya.

Seorang teman pada tahun 2010 hingga tahun 2014, diasingkan oleh teamwork nya. Dia tidak dilibatkkan dengan proyek yang sedang digarap . Hanya karena dia tidak mau memalsukan beberapa poin untuk kelancaran proyek-proyek yang ditangani. Dia ingin semuanya dilakukan dengan kejujuran dan sesuai dengan keadaan riil di lapangan.

Selama 4 tahun dia hanya berpenghasilan dari gaji yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan nilai proyek yang kalau dia terlibat. Tapi justru di posisi 4 tahun itulah dia mendapatkan banyak nikmat dari Alloh.

Dia mampu membeli sebidang kebun, kendaraan bahkan membangun rumah. Aneh memang karena selama 4 tahun itu, teman-temannya yang menghalalkan segala cara (tremasuk menggandaikan kejujuran) dalam pengerjaan proyek tersebut justru tidak memiliki apapun.

Kisah yang lain adalah seorang teman (pedagang asongan) yang dengan amanahnya ia mengembalikan sebuah dompet berisi uang dalam jumlah besar yang ditemukan di terminal. Padahal saat itu dia sedang butuh biaya untuk kebutuhan rumah tangganya. Dan lihat hasilnya, kejujurannya menjadi jalan dia sekarang bekerja di salah satu kantor yang di pimpin pemilik dompet tersebut.

Ada juga seorang karyawan yang dipecat dari tempat dia bekerja hanya karena tidak mau berbohong pada konsumen saat memasarkan produknya. Tapi ternyata, rizki dia mengalir deras menjadi seorang marketing produk dia sendiri.

Masih banyak contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kemuliaan seseorang terletak pada kejujurannya.

Masih takut kekurangan rizki kalau jujur? takut kehilangan pekerjaan?

Satu hal yang ingin saya tegaskan bahwa :

Kejujuran mungkin bisa menghentikan langkah kita, bahkan menghilangkan pekerjaan kita. Tapi tidak pernah menghentikan rizki kita.

Ayolah teman-teman, apapun profesi kita jaga selalu jujur/amanah. Politikus jujur, pedagang jujur, pejabat jujur dan seterunya..

Demikian sharing ini, semoga kita bisa mentadabburinya… aamiin.

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef
  1. author

    Husni2 tahun ago

    Tulisannya sangat menginspirasi saya kang, super mantap.
    Allah yang memerintahkan manusia untuk jujur, mustahil Dia menyengsarakan manusia yang menjalankan perintahnya.

    Balas
    • author
      Penulis

      Kang Aef2 tahun ago

      siip kang,.. haqqul yaqin tdk ada yang dibikin susah oleh Alloh ketika jalan hidupnya “bener”..

      Balas
  2. author

    kejora2 tahun ago

    Sadiss men.. kalimatnya sederhana, tapi nempel di hati.. maju terus..

    Balas

Tinggalkan pesan "Kejujuran Tidak Pernah Menghentikan Rizki Kita"