Stop Mewariskan Kebencian

Tidak ada komentar 162 views
ricko : stop mewaariskan kebencian

picture by : persib.co.id

Ricko (22 tahun) adalah seorang bobotoh yang tewas mengenaskan setelah dirawat empat hari di rumah sakit Santo Yusup Bandung. Dia tidak sadarkan diri sampai meninggal, setelah dikeroyok brutal oleh oknum bobotoh (pendukung Persib) saat pertandingan Persib – Persija di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage Bandung pada hari sabtu 22 Juli 2017.

Ricko bukanlah korban pertama, melainkan entah sudah berapa korban yang nyawanya melayang hanya karena arogansi bodoh supporter Persib dan Persija. Perselisihan antar dua supporter ini sudah menjadi konsumsi publik. Bahkan turun temurun kebencian diwariskan.

Sekarang adalah moment yang tepat utuk memperbaiki semua ini. Supporter kedua belah pihak harus mulai dengan serius duduk bersama, berbicara dari hati demi kedamaian yang hakiki. Jangan sampai ada lagi korban, jangan sampai stadion menjadi tempat yang menyeramkan, jangan sampai sepakbola menjadi media menularkan kebencian antar sesama, mengikis bhineka tunggal ika dan mengahncurkan pancasila, bahkan sekaligus menjadi runtuhnya nilai-nilai agama karena perselisihan.

Saya memang gagal faham dengan isi otak para pelaku anarkis tersebut. Kejam dan keji. padahal membunuh adalah perkara dosa besar dalam agama, apalagi tanpa alasan yang jelas yang dibenarkan secara syariah.

Tapi yang membuat saya lebih miris bukan hal tersebut. Saya gelisah dengan warisan kebencian yang ditularkan dari generasi ke generasi oleh kedua supporter tersebut. Anak-anak penerus dan pendukung kedua tim ini, sudah ter-plan kan mindset mereka untuk kemudian membenci. Lebih parah lagi karena kemudian kebencian ini mendarah daging.

Saya adalah bobotoh, tapi anti anarkis, anti menghina tim dan supporter lain. Saya adalah bobotoh yang haram bagi saya untuk mengajarkan anak saya memiliki kebencian buta pada The-jack atau persija.

Ayolah, kalian juga harus seperti itu, Stop mewariskan kebencian. Kita mulai bertahap dan perbaiki semua ini dari sekarang, dari diri kita dan keluarga kita, dari lingkungan kecil kita.

Rivalitas dalam sebuah turnamen perlu dan harus ada, tapi bukan berarti harus dengan kebencian, caci maki dan anarkis.

Sekali lagi Stop Mewariskan Kebencian… Wariskan cinta, kasih sayang dan perdamaian…!!!

Hidup Persib, Hidup Persija, Hidup Bobotoh, Hidup The-Jack, Hidup Sepakbola Indoonesia, Hidup Pancasila, Hidup Bhineka Tunggal Ika, Hidup Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin…

Selamat Jalan Ricko… Bahagia disana !!! Dan semoga kamu menjadi cermin yang dipakai berkaca oleh seluruh pecinta sepakbola, menjadi guru yang mengajarkan tentang kedamaian dan menentang fanatisme salah kaprah… aamiin.

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Stop Mewariskan Kebencian"