Sikap : Memanusiakan Orang Lain

Tidak ada komentar 372 views

sikap memanusiakan orang lain

Di salah satu pusat kecamatan, berdiri toko alat tulis kantor (ATK) beserta jasa foto copyan (FC). Setiap hari dipastikan pengunjungnya ramai karena tidak ada lagi di wilayah tersebut yang membuka bisnis sama dengan toko tersebut. Ini adalah toko ATK dan FC satu-satunya. Selain itu, toko ini sangat strategis berada di antara kantor-kantor pemerintahan lingkup kecamatan; seperti sekolah (TK, SD, SMA, pesantren), Kantor Urusan Agama, puskesmas, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan, Koramil, Polsek, Perumahan, Koperasi, kantor desa, pasar, Bank dan lainnya.

Suatu waktu saya belanja di toko tersebut, sekalian mau foto copy. Dan, jleeebbb… masya Alloh pemiliknya judes banget ternyata. Jangankan senyum, bertanya ke konsumen saja (termasuk saya) sambil memalingkan muka. Sudah terlanjur saya datang kesana, yaa sudahlah diteruskan saja. Prosesnya lama karena memang antri. Dan dalam waktu menunggu tersebut saya terus perhatikan sikap nya dalam melayani konsumen. Alhasil, sekalipun saya tidak melihat kedua (suami-istri) pemilik toko tersebut menunjukan attitude yang bagus terhadap konsumen.

Hari-hari berikutnya saya kesana lagi, hanya untuk mencari tau kenapa konsumen betah menggunakan jasa toko tersebut?. Rasa penasaran saya akhirnya terjawab. Ketika satu persatu tanpa sepengetahuan pemilik toko tersebut, saya mewawancarai para pelanggan tersebut. Jawabannya 100% sama, yaitu mereka terpaksa karena tidak ada lagi toko ATK dan FC di lingkup wilayah tersebut. Hmmm, artinya memang ada masalah dengan gaya jualan pemilik toko tersebut.

Saya merasa bingung kenapa si pemilik toko tersebut tidak menyadari akan sikap nya. Atau mungkin merasa aman bahwa konsumen selamanya akan berbelanja ke tempatnya, kan tidak ada saingan. Atau memang itu sudah sifat dan kebiasaan mereka dalam bersikap. Padahal Alloh Maha Mendengar jeritan para konsumen yang entah sudah berapa kali merasa tersinggung dan tidak di manusiakan sebagai media yang mendatangkan rizki untuk mereka.

***

Waktu berlalu, berbulan-bulan lamanya, saya tidak pernah ke toko tersebut lagi, bahkan sudah lupa akan kisah toko tersebut.

Hingga pada suatu hari, saya terkaget ketika ada sebuah toko ATK dan FC yang selalu dipenuhi oleh konsumen. Tapi kenapa bukan toko yang dulu yaa? ternyata ini adalah toko baru. Posisinya bersebelahan dengan toko lama, hanya terhalang sebuah toko kelontongan.

Sayapun kembali penasaran, akhirnya mencoba untuk belanja, yaa hanya sekedar beli beberapa pulpen saja.¬†Dan, jleeebbb… masya Alloh pemiliknya sopan banget, tutur bahasa santun, gestur tubuh memberikan rasa nyaman pada pembeli. Dengan senyum simpul kedua suami-istri ini melayani konsumen. Asli bertolak belakang dengan toko lama yang disebelah.

Lihat, bagaimana Alloh membuat sebuah peristiwa dengan sangat mudahnya. Sangat ringannya Alloh merubah yang diatas jadi terpuruk, yang terpuruk jadi melesat. Kenapa? ya karena Dia sangat berkuasa, malam saja bisa Dia ganti jadi siang, atau sebaliknya. Betapa gampangnya Alloh mengatur tatanan kehidupan yang rumit ini. Apalagi hanya merubah keadaan hamba-Nya.. sangat ringan dan super mudah bagi Dia.

Bagaimana Alloh menggerakan sepasang suami-istri untuk membuka toko yang sama di wilayah tersebut. Dan bagaimana Alloh mendesain tempatnya tepat berada disamping toko lama. Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa maksud, karena Alloh Maha Menetepakan segala sesuatu dengan perhitungan yang tidak pernah meleset.

Dalam hati saya bergumam :

“peristiwa ini akan menjadi dua keadaan yang berbeda bagi si pemilik toko lama; pertama apabila mereka menyikapi ini dengan bijak, maka mereka akan dengan cepat menyadari kesalahnnya, bertaubat dan mulai lagi mengemas tokonya dengan strategi yang lebih benar, dengan sikap yang lebih indah. Maka yakin tokonya kan bangkit lagi. Tapi yang kedua apabila mereka menyikapi ini dengan negatif, maka sudah dipastikan yang akan muncul adalah rasa iri, dengki, sakit hati bahkan ber-suudzhon pada pemilik toko yang baru tersebut. Dan tindakan merekapun sudah dipastikan semakin buruk dan busuk. Maka yakin tokonya akan semakin hancur dan tenggelam.”

Semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kejadian ini. Sikap adalah modal terbesar dalam strategi marketing bisnis. Bahkan dalam strategi kita menjalankan kehidupan bermasyarakat. Memanusiakan orang lain sebenarnya sedang memanusiakan diri kita sendiri. Hidup ini indah apabila kita saling bersikap baik antar sesama.

Semoga Alloh senantiasa membimbing kita dan menghiasi raga kita dengan keindahan lahir dan bathin.. aamiin.

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Sikap : Memanusiakan Orang Lain"