Ikhlas = Solusi (Janji Alloh tidak perlu di Uji part 2)

Tidak ada komentar 310 views

Saat itu, semua saya coba lakukan dengan se-maksimal mungkin. Amal sholeh yang kurang, saya full kan. Amal sholeh yang belum dilakukan, saya istiqomahkan. Berharap solusi itu segera datang.

Tahajud yang biasanya hanya 2 rokaat, saya hajar 8 rokaat tiap malam tanpa kosong. Dhuha yang biasanya 4 rokaat, saya hajar 12 rokaat full tiap hari. Baca Qur’an yang biasanya hanya satu lembar, saya hajar menjadi 1 juz per hari. Sholat berjamaah yang biasanya bolong, saya hajar full 5 waktu berjamaah di masjid tiap hari. Sholat rawatib, hajat, taubat tiada terlewat setiap hari dilakukan. Sedekah yang biasanya ribuan atau puluhan ribu, saya hajar dengan menghabiskan semua tabungan dan penghasilan. Dzikir tiap menit, dalam duduk, tidur dan berbaring tiada henti saya panggil nama Alloh, Alloh dan Alloh..

Dan hasilnya…. hampir seminggu…

Pertolongan Alloh tak juga kunjung datang. Hingga tepat suatu malam ba’da isya. Saya masih berdiam diri di masjid (masjid ini menjadi kenangan, masjid jami’ di daerah Panoongan-Ciamis). Air mata tiada henti mengalir, seolah Alloh ada di hadapan saya. Hati bergemuruh, tubuh lemas…

Tanda-tanda solusi dan pertolongan-Nya belum juga tampak. Sedangkan tepat hari besok siang adalah batas terakhir yang diberikan si penagih.

Ingin rasanya saya tetap disini, merintih dan terus mengadu kepada-Nya.

Waktupun terus beranjak, dan…

Entah bagaimana mulainya, tiba-tiba ada ketenangan yang menyeruak kedalam hati. Kesedihan, ketakutan seolah hilang dengan perlahan.. dengan mendadak saya tidak lagi memikirkan apa yang akan terjadi besok, rasanya tenang dan nyaman.. sampai akhirnya saya tersenyum sendiri melihat langit-langit masjid sembari berkata :

“Ya, Alloh terima kasih Engkau sudah hadirkan rasa aman dan tenang dalam hati hamba. Hamba tidak peduli besok mau terjadi apapun, hamba ikhlas, sangat ikhlas dengan semua ketetapan-Mu. Hamba sangat menyadari betapa Engkau yang punya kekuasaan untuk diri ini. Satu yang sekarang hamba yakini bahwa Engkau tidak pernah berbuat dzolim pada hambanya. Terima kasih yaa Alloh..”

Saya pun melangkah pulang, sepanjang jalan merasakan damai yang luar biasa, seakan semua masalah sudah beres. Sebelum sampai rumah, saya mampir dulu buat makan nasi timbel “Mang Wawan Gendut”, tempat favorit saya makan, variasinya banyak dan yang terpenting harganya muraaaah abiiizzz. Dan luar biasa makan nikmaaaat pisan, seakan tidak punya problem kalau besok akan di adili oleh si penagih hutang. Seolah sudah memiliki jaminan solusi.¬†Disinilah Alloh memberikan kefahaman kepada saya bahwa :

ketika melakukan segala riyadhoh amal sholeh, pikiran dan hati kita¬†fokus pada solusi yang dijanjikan Alloh, kadang menerka-nerka solusi dari Alloh, kadang memaksa dalam do’a supaya disegerakan solusinya datang dan sebagainya. Sementara itu kita melupakan semua essensi amal sholeh tersebut, bahwa intinya adalah mendekatkan diri ke Alloh, untuk kemudian memasrahkan segalanya kepada Dia yang paling Tahu masalah kita, itulah letak ikhlas. Ketenangan yang tiba-tiba hadir adalah buah dari ruh ikhlas yang merasuk ke hati.

janji Alloh tidak perlu di uji

Saat posisi ikhlas itulah, segala pikiran dan hati saya tidak lagi memikirkan solusi dari-Nya. Kepasrahan dan pengakuan akan ke-Mahaan Nya mengakibatkan solusi itu kecil, yang terbesar adalah bagaimana kita full bersandar kepada-Nya dengan tanpa ada ragu sedikitpun.

Hakikat ibadah niat karena Alloh pun muncul sebagai pemasrahan diri seorang hamba pada Tuhannya. Perkara apakah nanti Alloh berikan jalan keluar atau tidak, itu mah urusan belakangan. Kalau tidak diberikan jalan keluar, yaa pasrah saja, bagaimana Alloh saja, kan niat amal sholehnya sudah karena Dia, bukan lagi karena solusi.

Kesadaran yang berharga adalah ketika memandang Alloh sebagai Sang Maha Mengatur, biarkan saja bagaimana Alloh mengatur solusi untuk kita, toh Dia Paling Tahu akan solusi yang terbaik untuk hamba-Nya.

Bersambung… Selanjutnya klik disini (sabar yaa, masih di tulis…heee)

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Ikhlas = Solusi (Janji Alloh tidak perlu di Uji part 2)"