Aku Mencintaimu Lebih Dari yang Kamu Tahu

Tidak ada komentar 190 views

Sebenarnya aku malas membuka isi amplop ini. Bukan karena barangnya murahan, tapi karena pengirimnya adalah manusia yang merasa paling suci. Katanya sich dia kiai, katanya begitu… sebagian orang yang bilang, tapi sebagian lagi ga tau, mungkin seperti aku yang menganggap dia orang gila, menganggap dia yang haus popularitas, bahkan pengecut yang bersembunyi dibalik ayat-ayat Tuhan.

Tapi sudahlah, aku coba buka amplopnya. Covernya  bertuliskan “Untuk Bidadari Surgaku”, oekkksss baca sampulnya saja sudah membuat aku mau muntah..

aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau

Isinya adalah sekeping kaset DVD dan berisikan perintah : Silahkan diputar yaach adik manis !!!. Tanpa pikir panjang aku segera memutarnya, bukan karena penasaran tapi karena ingin segera mengakhiri mualnya perutku dengan segala kebodohonnya.

Tergambarlah kaset ini, tervisualkan di televisi, aku seksama memperhatikan rekamannya :

Malam itu, dia mengenakan kopiah hitamnya, kaosnya juga hitam bertuliskan “kesaktian”, bawahannya pakai sarung.. padahal biasanya pakai jubah dengan kepala di ikat sorban.. Kontras sich, jomplang sich, tapi kan ga ada masalah harusnya… Memangnya busana cerminan hati? Entahlah aku tidak pernah paham dengan ilmu melihat karakter hati dari kebiasaan berpakainnya.

Ruangan itu adalah tempat dia berdzikir, bermunajat, menerima tamu, menulis, menyanyi, melukis dan seabreg ritualnya untuk merasakan betapa Tuhan itu ada.

Tepat dihadapan handycamp yang disimpan diatas meja dia duduk dengan gusar. Kakinya tidak pernah diam seakan menunjukan sebenarnya dia takut. Tangannya terus bergerak menyembunyikan kepanikannya. Hingga kemudian dia berbicara dihadapan video recorder tersebut. Kalimatnya berantakan, tidak terstruktur dengan rapih, bahkan berkali-kali justru dia seperti melempar kotoran ke mukanya sendiri. Padanan katanya seolah kontra, yang aneh dia kontra dengan kata-katanya sendiri. Aaaach aku bingung mendengar untaian kalimatnya, muak, sebal dan memalukan.

Semakin lama semakin parah. Dia mengemis sebuah cinta, yang dia sendiri tau cinta itu bukan barang murahan yang bisa dilempar begitu saja. Dia melakukan kebohongan publik, yang kemudian dia banggakan dihadapan publik. Dia menjunjung tinggi cinta, yang kemudian dia hinakan cinta, hanya karena nafsu, hanya karena angan-angannya panjang tanpa dasar, kosong dan terlalu egois.

Dan, rekaman video tersebut ditutup dengan sesuatu yang sangat konyol dan tolol. Bagaimana tidak, dia menutup dengan mempertegas  bahwa dirinya orang ikhlas,… Dia lupa dengan ocehannya selama sekian menit dari awal hingga tadi.. Sepertinya dia memang sakit jiwa… uppppssss…

Malam semakin larut… aku tutup rekaman video nya. Aku pandangi laptop, sejenak terlintas apa aku sebarkan lagi yaa video dia? Tapi tidak ach, toh tanpa disebarkan ulang pun, video ini sudah tersebar dibawa para setan peliharaannya. Aku pandangi telpon, sejenak terlintas apa aku telpon dia dan memakinya? Tapi tidak ach, toh tanpa aku maki-maki pun dia sudah rendah oleh kedangkalan ilmunya.

Aku pun menulis sebuah catatan, untuk disimpan disini, dalam hati, menjadi pengingat dan penjaga hati bahwa jangan sampai bisikan halus iblis terdengar merdu merasuki hati. Jangan sampai menjadi orang baik malah menjadi merasa paling baik. Atau belajar jadi orang sholeh, malah menyesatkan diri karena merasa paling sholeh… memandang yang lain kafir, busuk, buruk, sesat bahkan menancapkan stempel ahli neraka.

Malam semakin larut… kupandangi koper, tas dan berbagai barang yang sudah aku packing. Jendela kamar ini perlahan kubuka, angin berlarian, dan kupandangi barak para santri itu, mencoba menembus bilik-bilik kamar mereka, accch mungkin mereka sudah terlelap kelelahan.

Suasana ini akan aku rindukan… akupun larut dalam muhasabah… Robb, hanya Engkau yang tau semua kebusukanku…!!!

author
Penulis: 
Catatan Sederhana Kang Aef

Tinggalkan pesan "Aku Mencintaimu Lebih Dari yang Kamu Tahu"